Ajax vs Groningen
Pertandingan dengan pertaruhan tinggi tersaji saat kedua tim menolak untuk menyerah, memaksa laga berlanjut hingga batas akhir ketahanan fisik. Para penggemar menjadi saksi pertarungan taktik dan mental di mana setiap pergerakan membawa beban ambisi satu musim penuh.
Dominasi Tanpa Gol di Waktu Normal
Pada 22 Mei 2026, Ajax tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 63%, namun mereka kesulitan membongkar pertahanan rapat FC Utrecht. Peluang awal dari tendangan bebas Steven Berghuis masih melebar, sementara upaya akrobatik Aaron Bouwman lewat tendangan salto juga belum menemui sasaran. Penampilan gemilang Vasilios Barkas di bawah mistar gawang Utrecht memastikan skor tetap kacamata hingga waktu normal berakhir.
Drama di Babak Perpanjangan Waktu
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-96. Takehiro Tomiyasu yang masuk sebagai pemain pengganti memberikan umpan matang kepada Davy Klaassen yang langsung diselesaikan dengan kaki kirinya. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Di menit ke-106, FC Utrecht berhasil mencetak gol penyeimbang yang mengejutkan seisi stadion. Ketegangan meningkat di sisa waktu, terlihat dari kartu kuning yang diterima Wout Weghorst dan Klaassen karena protes keras, sebelum laga berlanjut ke babak adu penalti.
Maarten Paes Menjadi Pahlawan Adu Penalti
Dalam drama adu penalti, kiper Ajax Maarten Paes tampil sebagai pahlawan dengan mementahkan tendangan Sebastien Haller dan Souffian El Karouani. Eksekusi tenang dari Davy Klaassen, Wout Weghorst, dan Mika Godts membuka jalan bagi kemenangan. Akhirnya, Anton Gaaei yang maju sebagai penendang penentu sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna, memastikan kemenangan dramatis bagi Ajax setelah perjuangan melelahkan di hadapan 5.300 penonton.