Ajax vs Groningen
Ajax dan FC Groningen beradu dalam pertemuan Eredivisie yang berisiko tinggi dan menguji saraf kedua kelompok suporter. Atmosfer di stadion begitu membara saat dua klub bersejarah Belanda ini berhadapan pada 21 Mei 2026.
Drama Babak Pertama dan Keunggulan Klaassen
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi saat Ajax berusaha membangun dominasi sejak awal. Pada menit ke-14, drama terjadi ketika potensi gol dari Mika Godts dianulir setelah tinjauan VAR menunjukkan posisi offside. Tak gentar, tim tuan rumah terus menekan, dan kegigihan mereka membuahkan hasil pada menit ke-24. Mika Godts beralih peran menjadi pelayan, melepaskan umpan presisi yang disundul dengan sempurna oleh Davy Klaassen untuk memecah kebuntuan. Ajax sempat mengira telah menggandakan keunggulan sebelum jeda melalui Wout Weghorst, namun VAR kembali melakukan intervensi untuk membatalkan gol tersebut karena offside.
Kecemerlangan Mokio dan Intervensi VAR Lanjutan
Babak kedua memperlihatkan Ajax tetap menjaga momentum ofensif mereka, dan mereka tidak perlu menunggu lama untuk memperlebar jarak. Pada menit ke-57, Jorthy Mokio menciptakan momen ajaib dengan melepaskan tendangan kaki kiri yang bertenaga dari luar kotak penalti yang membuat kiper FC Groningen tidak berdaya. Tim tamu mencoba bangkit dan sempat mencetak gol pada menit ke-69. Namun, selebrasi mereka terhenti seketika karena pemeriksaan VAR yang panjang menyatakan Brynjolfur Andersen Willumsson berada dalam posisi offside, yang semakin menambah rasa frustrasi tim tamu.
Tahap Akhir dan Kedisiplinan Taktis
Menjelang akhir laga, kedua manajer melakukan rotasi pemain untuk mempengaruhi hasil akhir. Ajax memasukkan Takehiro Tomiyasu dan Kasper Dolberg untuk memperkokoh formasi dan mengelola keunggulan penguasaan bola sebesar 60%. Menit-menit penutup menjadi semakin keras secara fisik, menyebabkan kartu kuning diberikan kepada pemain FC Groningen, Willumsson dan Mats Seuntjens. Meski ada peluang sundulan terakhir dari Willumsson yang menyamping di waktu tambahan, Ajax tetap tenang untuk mengamankan poin penuh dalam pertandingan yang ditentukan oleh penyelesaian akhir yang klinis dan ketelitian teknologi.