Uruguay vs Spain
Atmosfer Piala Dunia mencapai puncaknya pada 26 Juni 2026, saat dua raksasa sepak bola bertemu dalam duel taktis dan fisik yang sengit. Kedua tim memasuki lapangan dengan ambisi besar untuk mendominasi pertandingan yang menjanjikan drama sejak peluit pertama dibunyikan.
Gol Baena di Babak Pertama
Spanyol langsung menunjukkan ritme permainan mereka sejak awal, mengandalkan kreativitas Lamine Yamal dan kontrol bola dari Pedri. Meskipun Uruguay terlihat berbahaya melalui serangan balik yang dipimpin oleh Darwin Núñez, tim Matador tetap memberikan tekanan konsisten. Sundulan awal dari Pau Cubarsí menjadi sinyal ancaman bagi pertahanan lawan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-42. Marcos Llorente yang bergerak bebas di sisi sayap melepaskan umpan silang akurat ke tengah kotak penalti. Álex Baena menyambut bola dengan sempurna, melepaskan tembakan kaki kanan ke pojok kiri bawah gawang yang tak mampu dihalau kiper lawan. Sebelum babak pertama usai, Uruguay harus kehilangan Manuel Ugarte karena cedera, yang kemudian digantikan oleh Nicolás de la Cruz.
Tekanan Uruguay dan Kartu Merah
Di babak kedua, Uruguay mencoba mengejar ketertinggalan dengan memasukkan Federico Viñas. Viñas sempat mendapatkan peluang emas di depan gawang setelah menerima umpan Maxi Araújo, namun tembakannya melambung tinggi. Spanyol hampir saja menggandakan keunggulan di menit ke-86, namun tendangan Ferran Torres hanya membentur tiang gawang.
Ketegangan meningkat di menit-menit akhir pertandingan. Unai Simón melakukan penyelamatan krusial untuk menepis tendangan jarak jauh Nicolás de la Cruz. Pertandingan berakhir dengan dramatis bagi tim Amerika Selatan tersebut setelah Agustín Canobbio diganjar kartu merah langsung pada menit ke-90+5 akibat pelanggaran keras. Skor tetap bertahan untuk kemenangan tipis namun krusial bagi Spanyol.