Torino vs AC Milan
Stadio Olimpico Grande Torino menjadi saksi pertemuan sengit di Serie A saat Torino menjamu AC Milan. Kedua tim yang berambisi memetik poin penuh di awal musim ini menyajikan pertarungan taktis yang sangat dinantikan oleh para penggemar sepak bola Italia.
Babak Pertama yang Disiplin
Pada laga yang berlangsung tanggal 23 Agustus 2026 ini, kedua tim menunjukkan pertahanan yang sangat solid sejak menit awal. Torino mencoba menekan melalui Giovanni Simeone, namun lini belakang Milan cukup jeli untuk menjebaknya dalam posisi offside. Di sisi lain, AC Milan juga kesulitan menembus pertahanan tuan rumah, dengan upaya sundulan Pervis Estupiñán yang masih bisa diblok. Meski sempat ada blunder dari Saul Coco dan Gvidas Gineitis di lini belakang Torino, babak pertama berakhir dengan skor kacamata.
Efektivitas Milan di Babak Kedua
Pertandingan mulai memanas di babak kedua, terutama setelah masuknya Luka Modrić di menit ke-57. Setelah drama VAR yang membatalkan potensi penalti untuk AC Milan, tim tamu akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-64. Adrien Rabiot memberikan assist matang untuk Alphadjo Cissé yang sukses menceploskan bola ke gawang. Hanya berselang tiga menit, Milan menggandakan keunggulan. Kali ini giliran Rabiot sendiri yang mencatatkan namanya di papan skor melalui tendangan voli kaki kiri setelah menerima umpan dari Samuel Chukwueze.
Drama Menit Akhir di Turin
Torino pantang menyerah dan terus berusaha mengejar ketertinggalan. Alieu Njie nyaris mencetak gol di menit ke-75, namun tendangannya hanya menerpa tiang gawang. Harapan bagi publik tuan rumah baru muncul di masa injury time, tepatnya menit ke-93, saat Che Adams melepaskan tendangan voli indah memanfaatkan umpan silang Gvidas Gineitis. Meski sempat menekan di sisa waktu, AC Milan berhasil mempertahankan keunggulan 1-2 hingga peluit panjang dibunyikan, membawa pulang tiga poin krusial dari markas Torino.