SC Braga vs Estrela
Estádio Municipal de Braga menjadi saksi pertemuan sengit antara SC Braga dan Estrela da Amadora pada 16 Mei 2026. Dalam pertandingan yang diwarnai oleh berbagai intervensi VAR dan drama tanpa henti, kedua tim berjuang hingga detik terakhir dalam duel Primeira Liga ini.
Gol Cepat dan Intervensi VAR
Pertandingan langsung memanas sejak awal saat tim tamu mengejutkan pendukung tuan rumah di menit ke-5. Stefan Lekovic bereaksi paling cepat terhadap bola liar di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan kaki kanan yang membawa Estrela da Amadora unggul. Pemeriksaan VAR yang cukup lama menyusul, namun gol tersebut akhirnya disahkan. SC Braga tidak tinggal diam dan merespons pada menit ke-15. Melalui skema sepak pojok pendek dari João Moutinho, Gabri Martínez menyambut bola dengan sundulan jarak dekat untuk menyamakan kedudukan. Sekali lagi, VAR digunakan untuk mengonfirmasi gol tersebut sebelum skor berubah menjadi imbang.
Dominasi Taktis dan Pertahanan Kokoh
Sepanjang sebagian besar jalannya laga, SC Braga mengendalikan tempo dengan penguasaan bola mencapai 74%. Tuan rumah terus menekan, sementara Estrela da Amadora mengandalkan blok pertahanan yang sangat disiplin. João Moutinho menjadi pengatur serangan di lini tengah, meski ia harus menerima kartu kuning pada menit ke-37 karena pelanggaran taktis. Memasuki babak kedua, intensitas fisik meningkat yang berujung pada kartu kuning untuk Renan Ribeiro dan Luan Patrick saat tim tamu berupaya menahan gempuran Braga.
Drama Menit Akhir dan Kartu Merah Lekovic
Drama mencapai puncaknya di pengujung laga. Pada menit ke-87, wasit menunjuk titik putih untuk Braga setelah Luan Patrick menjatuhkan Leonardo Lelo. Setelah konfirmasi VAR, Pau Víctor maju sebagai eksekutor pada menit ke-90 dan dengan tenang menyarangkan bola ke tengah gawang untuk mengubah skor menjadi 2-1. Namun, kejutan belum berakhir. Pada menit ke-90+6, Jovane Cabral mengirimkan assist matang yang diselesaikan oleh Stefan Lekovic untuk menyamakan kedudukan. Kegembiraan pemain Serbia itu seketika berubah menjadi mimpi buruk karena selebrasi berlebihannya membuahkan kartu kuning kedua, sehingga ia harus diusir keluar lapangan tepat sebelum laga berakhir imbang.