Lazio vs AC Milan
Stadion Olimpico menjadi saksi pertemuan klasik Serie A yang memperlihatkan perubahan momentum dramatis antara dua raksasa sepak bola Italia. Para penggemar disuguhi pertandingan yang terbagi dalam dua babak berbeda, di mana penyesuaian taktis dan kecemerlangan individu menentukan hasil akhir.
Dominasi Lazio di Babak Pertama
Pada 12 September 2026, Lazio memulai pertandingan dengan presisi klinis, membuat AC Milan kesulitan menemukan ritme permainan mereka. Gol pembuka tercipta cepat pada menit ke-10 saat Matteo Cancellieri menyontek bola hasil umpan silang Mattia Zaccagni, menyusul kerja sama apik yang melibatkan Nuno Tavares. Tim tuan rumah tampil sangat nyaman, meredam kreativitas Milan sambil tetap berbahaya dalam serangan balik.
Tekanan terus berlanjut hingga menit ke-39. Tijjani Noslin menggandakan keunggulan melalui sundulan tajam dari jarak dekat, membuat pendukung tuan rumah bersorak kegirangan. Saat turun minum, Lazio tampak memegang kendali penuh, sementara skuat bertabur bintang AC Milan, termasuk pemain veteran Luka Modric, terlihat tidak terorganisir dan rentan.
Titik Balik Lewat Aksi Moreira
Menyadari perlunya perubahan, manajemen AC Milan melakukan tiga pergantian pemain sekaligus di awal babak kedua dengan memasukkan Diego Moreira, Christian Pulisic, dan Yunus Musah. Dampaknya terasa seketika. Pada menit ke-65, Pulisic memberikan assist lewat umpan silang yang disambut Diego Moreira dengan tendangan voli kaki kiri yang spektakuler untuk memperkecil ketertinggalan.
Hanya berselang dua menit, kebangkitan Milan menjadi lengkap. Di menit ke-67, Adrien Rabiot memberi umpan kepada Diego Moreira yang melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti untuk menaklukkan Christos Mandas. Setelah pemeriksaan VAR yang menegangkan, gol tersebut disahkan, membuat skor menjadi imbang 2-2. AC Milan berhasil menghapus defisit dua gol hanya dalam waktu 120 detik.
Akhir Pertandingan yang Sengit
Menjelang akhir laga, intensitas semakin tinggi yang berujung pada banjir kartu kuning untuk Strahinja Pavlovic, Reda Belahyane, dan Mattia Zaccagni. Meskipun AC Milan menguasai 66% penguasaan bola dan terus menekan lewat pemain pengganti Francesco Camarda, pertahanan Lazio tetap kokoh. Di detik-detik terakhir, Christos Mandas melakukan penyelamatan krusial untuk menggagalkan peluang Omari Hutchinson, memastikan kedua tim berbagi poin dalam hasil imbang yang mendebarkan.